[pgp_title]

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan tentang Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan. Banyak dari pebisnis pemula mengeluh saat mereka sudah mulai praktik jualan. Keluhan mereka kebanyakan perihal si calon pelanggan yang ragu buat beli. Karena keraguan ini bisa jadi penyebab utama gagal closing. Ujung-ujungnya tidak ada penjualan.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Sebelum membahas cara mengatasi masalah ini, kita perlu tahu bedanya jurus closing dan jurus meyakinkan calon konsumen. Apa perbedaannya? Bila jurus closing itu udah di bagian akhir. Sedangkan bila jurus meyakinkan calon customer adalah di bagian awal sebelum closing. Seringkali kita salah kaprah mengenai ini. Pokoknya gunakan jurus closing pasti langsungg ada penjualan. Ternyata gak seperti itu.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Bila si pembeli memang sudah enggak yakin dengan produk dan penjualnya, bagaimana mau ada closing. Namun kalau konsumen udah yakin, cara closing tinggal masalah transfer saja. Untuk itu kita kudu mengetahui inti dari masalah keraguan si customer. Berikut ini beberapa trick meyakinkan calon konsumen yang harus kita pahami :

1. Kenali Keraguan Calon Pembeli

Tahukah Anda penyebab gagal closing? Penyebab gagal closing bukan aja karena kita gak jago jualannya. Tetapi seringkali pelanggan mengalami keraguan waktu bakal membayar. Keraguan calon pelanggan melingkupi beberapa hal:

  • Belum yakin dengan kualitas dan manfaat produknya
  • Belum percaya dengan siapa penjualnya
  • Belum percaya dengan toko kita

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Hal-hal di atas sangat penting kita pikirkan solusinya. Sebab jika tak mau, sehebat apapun jurus closingnya bakal sulit mendatangkan sales. Sebenarnya bonus, promo, teknik closing dan besok harga naik yakni cara terakhir supaya si customer segera melakukan pembayaran. Tapi apabila keraguan pembeli di atas udah terpenuhi, pada dasarnya teknik closing enggak perlu.

2. Inti Pemicu Gagal Closing

Pada tahap ini Anda harus paham solusi dari permasalahan-permasalahan di atas. Berikut beberapa dari solusi atas masalah keraguan calon pelanggan yang udah disebutkan di tahap pertama.

  • Kita kudu menginfokan kualitas dan manfaat produknya
  • Bangun Personal Branding biar yakin
  • Bangun Store Branding supaya percaya dengan toko kita.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Seringkali kita berfokus pada jurus closing namun lupa membangun hal-hal di atas. Kenapa 3 hal di atas penting? Bila kita saja engga dapat bikin si calon customer percaya dengan kita, bagaimana mau closing. Dari sini kita memahami kenapa udah pakai jurus closing saja tetap gak closing. Sebab si calon pelanggan “belum yakin dengan kita dan produk kita”.

Dalam bisnis online karena barang yang dijual engga dapat diraba dan dilihat langsung, maka si penjual kudu bisa meyakinkan. Apabila enggak maka akan gagal closing. Berbeda kalau jualannya offline, barangnya keliatan, bisa langsung bawa pulang.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

3. Meyakinkan dengan Product Benefit

Pada tahap ini merupakan solusi dari problem di atas. Customer tidak tahu manfaat dari produk bila kita tak menginfokannnya. Konsumen baru percaya manfaat dari produk kalau ada pihak ketiga yang menginformasikan pengalamannya. Ada beraneka ragam jurus yang harus dijalankan supaya customer bisa mengetahui, yakin, hingga percaya dengan produknya.

  • Tahu > informasikan product benefitnya
  • Mulai Yakin > infokan prestasi dari produknya
  • Yakin > infokan pengalaman orang lain
  • Percaya > berikan sampel dari produknya

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Beberapa teknik di atas, bisa dilakukan dengan cara visual dan verbal. Oleh sebab itu Anda perlu mulai mempelajari cara meyakinkan konsumen dengan kata-kata dan juga secara visual.

4. Meyakinkan dengan Personal dan Store Branding

Branding itu perlu gak sih? Lebih penting mana personal branding sama store branding? Berikut Ini jawabannya :

Branding adalah keterwakilan dari trust atau wujud dari kepercayaan konsumen dari sebuah brand. Kalau branding kagak dibangun dengan baik, maka sulit buat membangun kepercayaan calon pelanggan.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Gimana caranya?

Ada 2 pendekatan branding yang wajib dikuasai pebisnis (khususnya pebisnis online) bila jualannya mau kenceng. Berikut ini 2 pendekatan tersebut :

  • Personal Branding
  • Store Branding

Kedua hal tersebut saling melengkapi. Mengapa mesti keduanya? Jika personal branding yakni cara tercepat buat membangun trust pelanggan (ini namanya jangka pendek). Sedangkan kalau store branding yakni proses membangun trust dalam jangka panjang.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Seringkali konsumen akhirnya beli suatu produk, karena percaya dengan penjualnya. Oleh karena itu personal branding itu penting. Terutama untuk pebisnis pemula yang baru merintis usaha. Tetapi jika toko bisnis khususnya online store ingin kian besar dalam jangka panjang maka pelan-pelan brand toko onlinenya juga harus dibangun. Kedua hal ini mesti sinergi agar lebih gampang meyakinkan calon pembeli.

Alasan Pentingnya Personal dan Store Branding

Kenapa personal branding penting? Ini dia alasannya:

  • Pembeli online kebanyakan selain dikarenakan produk, akan menimbang siapa penjualnya?
  • Pelanggan online biasanya memandang beli di toko online mana.
  • Customer online tidak gampang percaya jika tak ada kepercayaan dari si penjual dan tokonya.
  • Pelanggan online tidak gampang berujung closing apabila si penjual ga begitu dikenal.
  • Closing di jualan online umumnya lebih sering terjadi karena ada hubungan antara si konsumen maupun penjual.

Sebaliknya mengapa store branding penting? Ini dia alasannya:

  • Pembeli online rata-rata membutuhkan informasi yang jelas.
  • Mereka mau kepastian dari si penjualnya.
  • Jualan berujung closing bila ada kepercayaan dari mereknya.
  • Mereka butuh bukti nyata, lazimnya visual dari produk yang akan dibeli.
  • Calon konsumen lebih percaya dengan penjual yang serius jualannya, bukan abal-abal.

Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan

Lihat perbedaan di atas. Makanya kedua-duanya amat penting dikerjakan. Personal Branding + Store Branding mesti dikombinasikan menjadi satu hal penting supaya lebih gampang closing. Apa tujuannya? Tujuan utamanya adalah TRUST alias si calon pembeli yakin dengan kita. Ingat tanpa trust atau kepercayaan akan sulit terjadi transaksi / closing. Transaksi yaitu hasil dari trust antara si pembeli dan penjual.

Untuk lebih jelasnya perihal cara meyakinkan calon pembeli bisa beli bukunya. Karena strategi di atas baru sebagian kecil dari isi materi buku Cara Jitu Meyakinkan Calon Pembeli. Buat informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami atau klik link di atas.

Sekian info berkaitan dengan Pengin Meyakinkan Pelanggan? Berikut Cara yang Selayaknya Dilaksanakan, kami harap artikel ini membantu kalian. Mohon artikel ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: Membangun Personal dan Store Branding

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *