[pgp_title]

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Topik kita kali ini ialah Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!. Banyak dari entrepreneur pemula mengeluh ketika mereka telah mulai praktik jualan. Keluhan mereka umumnya seputar si calon konsumen yang ragu untuk membeli. Karena keraguan ini bisa jadi penyebab utama gagal closing. Ujung-ujungnya ga ada penjualan.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Sebelum mengulas cara mengatasi permasalahan ini, kita mesti tahu perbedaan jurus closing dan jurus meyakinkan calon pelanggan. Apa perbedaannya? Kalau jurus closing itu sudah di bagian akhir. Sedangkan bila jurus meyakinkan calon pelanggan ialah di bagian awal sebelum closing. Seringkali kita salah kaprah tentang ini. Pokoknya gunakan jurus closing pasti langsungg ada sales. Ternyata tidak seperti itu.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Kalau si customer memang sudah tidak yakin dengan produk dan penjualnya, gimana mau ada closing. Tapi bila pembeli telah yakin, cara closing tinggal masalah transfer aja. Untuk itu kita kudu memahami inti dari permasalahan keraguan si pelanggan. Berikut ini beberapa trik meyakinkan calon konsumen yang mesti Anda pahami :

1. Kenali Keraguan Calon Pembeli

Tahukah Anda pemicu gagal closing? Pemicu gagal closing bukan aja dikarenakan kita engga jago jualannya. Akan tetapi seringkali konsumen mengalami keraguan waktu akan membayar. Keraguan calon konsumen mencakup beberapa hal:

  • Belum yakin dengan kualitas dan manfaat produknya
  • Belum percaya dengan siapa yang jual
  • Belum percaya dengan toko kita

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Hal-hal di atas sangat penting kita pikirkan solusinya. Karena bila engga mau, sehebat apapun jurus closingnya bakal susah mendatangkan sales. Sebenarnya bonus, promo, teknik closing dan besok harga naik adalah cara terakhir agar si pembeli segera melakukan pembayaran. Tetapi kalau keraguan customer di atas sudah terpenuhi, pada dasarnya teknik closing enggak perlu.

2. Inti Pemicu Gagal Closing

Pada tahap ini Anda wajib paham solusi dari problem-problen di atas. Berikut beberapa dari solusi atas masalah keraguan calon pelanggan yang sudah disebutkan di tahap pertama.

  • Kita kudu menginformasikan kualitas dan manfaat produknya
  • Bangun Personal Branding agar yakin
  • Bangun Store Branding supaya percaya dengan toko kita.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Seringkali kita berfokus pada jurus closing tapi lupa membangun hal-hal di atas. Kenapa tiga hal di atas penting? Apabila kita saja gak bisa bikin si calon pembeli percaya dengan kita, gimana mau closing. Dari sini kita memahami kenapa telah pakai jurus closing saja tetap gak closing. Karena si calon pembeli “belum yakin dengan kita dan produk kita”.

Dalam bisnis online karena barang yang dijual ga dapat diraba dan dilihat langsung, maka si penjual mesti bisa meyakinkan. Kalau gak maka akan gagal closing. Beda jika jualannya offline, barangnya keliatan, bisa langsung bawa pulang.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

3. Meyakinkan dengan Product Benefit

Pada tahap ini ialah solusi dari permasalahan di atas. Konsumen tak tahu manfaat dari produk kalau kita tidak menginformasikannnya. Pembeli baru percaya manfaat dari produk kalau ada pihak ketiga yang menginfokan pengalamannya. Ada beragam siasat yang perlu dilaksanakan agar pembeli bisa memahami, yakin, hingga percaya dengan produknya.

  • Tahu > infokan product benefitnya
  • Mulai Yakin > informasikan prestasi dari produknya
  • Yakin > infokan pengalaman orang lain
  • Percaya > berikan sampel dari produknya

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Beberapa strategi di atas, bisa dikerjakan dengan cara visual dan verbal. Oleh karena itu Anda harus mulai mempelajari cara meyakinkan pelanggan dengan kata-kata dan juga secara visual.

4. Meyakinkan dengan Personal dan Store Branding

Branding itu perlu ga sih? Lebih penting mana personal branding atau store branding? Ini jawabannya :

Branding yakni keterwakilan dari trust atau wujud dari kepercayaan customer dari sebuah brand. Apabila branding kagak dibangun dengan baik, maka susah buat membangun kepercayaan calon pembeli.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Bagaimana caranya?

Ada dua pendekatan branding yang perlu dikuasai wirausaha (khususnya pengusaha online) bila jualannya mau kenceng. Berikut 2 pendekatan itu :

  • Personal Branding
  • Store Branding

Kedua hal tersebut saling melengkapi. Mengapa kudu keduanya? Apabila personal branding ialah cara tercepat buat membangun trust customer (ini namanya jangka pendek). Sedangkan jika store branding yaitu proses membangun kepercayaan dalam jangka panjang.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Seringkali customer akhirnya beli suatu produk, disebabkan percaya dengan penjualnya. Oleh karena itu personal branding itu penting. Terutama untuk pebisnis pemula yang baru membuka bisnis. Akan tetapi kalau toko bisnis khususnya online store mau kian besar dalam jangka panjang maka pelan-pelan brand toko onlinenya juga mesti dibangun. Kedua hal ini mesti sinergi agar lebih mudah meyakinkan calon customer.

Alasan Pentingnya Personal dan Store Branding

Mengapa personal branding penting? Ini dia alasannya:

  • Pelanggan online kebanyakan selain disebabkan produk, bakal menimbang siapa penjualnya?
  • Pembeli online kebanyakan menimbang beli di toko online mana.
  • Konsumen online gak gampang percaya bila ga ada kepercayaan dari si penjual dan tokonya.
  • Konsumen online kagak gampang berujung closing bila si penjual engga begitu dikenal.
  • Closing di jualan online umumnya lebih sering terjadi karena ada hubungan antara si pelanggan ataupun penjual.

Sebaliknya mengapa store branding penting? Ini dia alasannya:

  • Pembeli online lazimnya memerlukan informasi yang jelas.
  • Mereka ingin kepastian dari si penjualnya.
  • Jualan berujung closing bila ada kepercayaan dari mereknya.
  • Mereka membutuhkan bukti nyata, pada umumnya visual dari produk yang bakal dibeli.
  • Calon pembeli lebih percaya dengan penjual yang serius jualannya, bukan abal-abal.

Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!

Lihat perbedaan di atas. Makanya kedua-duanya sangat penting dikerjakan. Personal Branding + Store Branding perlu dikombinasikan menjadi satu hal penting supaya lebih gampang closing. Apa tujuannya? Tujuan utamanya adalah TRUST alias si calon customer yakin dengan kita. Ingat tanpa trust atau kepercayaan bakal sulit terjadi transaksi / closing. Transaksi merupakan hasil dari trust antara si konsumen dan penjual.

Buat lebih jelasnya seputar cara meyakinkan calon pembeli bisa beli bukunya ke kami. Karena taktik di atas baru sebagian kecil dari isi materi buku Cara Jitu Meyakinkan Calon Pembeli. Buat info lebih lanjut dapat menghubungi kami atau klik link di atas.

Sekian informasi mengenai Mengenal empat Strategi Meyakinkan Calon Pembeli? Mengapa Tidak!, semoga post kali ini mencerahkan kalian. Mohon artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *